12 Metode Pengoperasian Concrete Cutter

Concrete Cutter yaitu alat atau mesin konstruksi yang diaplikasikan untuk memotong jalan Aspal, Beton Cor, Keramik, dengan kedalaman kapasitas disesuaikan dengan Blade Cutter (Pisau Concrete Cutter) dan bahan padat lainnya. Mesin ini mempunyai sebagian sumber daya bersadarkan ragam mesinnya adalah ada yang menerapkan bahan bakar bensin, system hidrolik dan pneumatic, atau motor listrik dan mesin diesel. Berikut metode pengoperasian mesin concrete cutter di bawah ini :

Pengoperasian Mesin Concrete Cutter

Bacalah terpenting dulu dan pahami buku tutorial sebelum mengoperasikan mesin concrete cutter supaya terhindar dari kecelakaan atau hal-hal yang tak diharapkan pada dikala pengoperasian mesin. Periksalah senantiasa situasi mesin pastikan dalam kondisi bagus dan sebaiknya mesin dijaga kebersihannya.

Hal-hal yang wajib dikerjakan dalam pemeriksaan mesin sebelum diaplikasikan:

1. Alat pelindung

Pakai alat pelindung dan kesematan kerja supaya terhindar dari kecelakaan dikala berprofesi dan hal-hal yang tidak di inginkan.

 

2. Fitur dan spesifikasi.

Pastikan pisau layak dengan spesifikasi dan cocok dengan bahan penggergajian. pisau berair membutuhkan air sebagai mendinginnya. Pengaplikasian pisau berlian yang tak ideal amkan mengakibatkan performa mesin kurang maksimal dan merusak blade.

 

3. Mensupport pin hole.

Pastikan tak ada distorsi dari lubang pin.

 

4. RPM optimal

Pakai RPM yang cocok, sekiranya melebihi RPM optimal pisau berlian akan membahayakan dan bisa menurunkan performa dan merusak pisau

 

5. Gullets Periksa, inti baja pisau retakan yang mungkin disebarkan dari gullets. Celah mengindikasikan kegagalan, kelelahan ekstrim sekiranya menggergaji terus kerusakan akan terjadi.

 

6. Pelindung blade

pastikan blade terpasang dan berfungsi dengann bagus. Paparan pisau tak boleh melebihi 180 derajat selama pengoperasian. Jangan operasikan mesin sekiranya pelindung pisau terangkat

 

7. Tepi inti baja

Perubahan warna (oksidasi biru) pada tepi diameter menunjukan situasi overheating yang disebabkan kurangnya air pendingin/udara. Overheating pisau bisa menyebabkan hilangnya ketegangan inti dan kemungkinan kegagalan blade. Periksa dan pastikan lebar inti baja seragam pada tepi pisau, dan tak dibawah jenjang perlindungan inti.

 

8. Lubang Arbor

Diameter pada lubang dan pisau wajib lah layak dan terbebas dari torsi. Pakai flensa blade (kerah), komponen dalam menghadal flens haruslah bersih, sekiranya keluar dari konsisi putaran arbor akan menyebabkan kerusakan pada blade dan gergaji.

 

9. Posisi terarah

Daerah terarah. Cek untuk memberikan keyakinan sekiranya pisau memiliki tujuan benar. Acuan panah arah pada blade dan menempatkannya hingga arah rotasi “downcuts” dengan perubahan poros.

10. Segmen tepi

Pastikan tak ada retak, penyok, atau komponen yang sirna dari segmen berlian atau tepi. JANGAN menerapkan pisau yang sirna segmen atau beberapa dari RIM. Rusak dan/atau segmen yang sirna/rims bisa menyebabkan rusaknya pada gergaji, dan cedera pada operator atau orang yang beda di tempat operasi

11. Membikin potongan lurus

Pakai garis kapur untuk menandai garis lurus pada beton dan tempatkan papan kayu lurus di sepanjang garis, kemudian lakukan cut dangkal sekitar kedalaman ¼ inch sepanjang papan kayu.

12. Mengerjakan pemotongan

Naikan mata gergaji dari permukaan kerja sebelum mengerjakan pemotongan. Hidupkan mesin dan atur kecepatan yang cocok untuk pengoperasian, turunkan pisau kepermukaan slab untuk memotong. Tak boleh melebihi kedalaman maksimum pisau dan flans arbor tak meraba permukaan slab.sesudah selesai pemotongan angkat mata gergaji cukup tinggi dari permukaan dan bersihkan permukaan slab, kemudian matikan mesin. Lihat produk pompa air disini.

Related Post

Inila Manfaat Minyak Pelumas Untuk Mesin Serbaguna

Minyak pelumas / Oli Mesin mempunyai tipe yang beragam-variasi, kita bisa memilih tipe yang layak dengan kemauan dan keperluan. Fungsi utama pelumas ialah melindungi komponen mesin steam serbaguna yang bergerak dengan sistem mencegah kontak atau friksi lantas dua logam yang terkait.

Berikut teknikmart jabarkan fungsi pelumas pada mesin serbaguna. Semoga informasi ini bisa berguna
1. Mencegah karat
Pelumasan menghasilkan lapisan oli yang menghindarkan permukaan logam tak terkena udara dan air secara lantas, sehingga tak terjadi korosi.

2. Mengurangi friksi (pergesekan)
Permukaan yang saling merekat bergerak mengakibatkan muncul gaya friksi pada permukaan kontak. Hal ini bisa membikin bagian hal yang demikian menjadi aus dan kehilangan energi imbas friksi. Minyak pelumas / oli mesin menghasilkan lapisan oli (oil film) di antara permukaan kontak sehingga mencegah kontak lantas antar bagian dengan demikian keausan dan kehilangan energi imbas friksi bisa dikurangi.

3. Pendingin
Seandainya panas imbas terjadinya friksi ataupun imbas panas pembakaran tak diresapi, bisa mempercepat keausan pada bagian mesin. Oli mendinginkan mesin dan bersirkulasi via bagian-bagian hal yang demikian sehingga meyerap panas yang alhasil di kelurkan oleh mesin.

4. Pembersih
Kotoran atau bram-bram yang muncul imbas friksi akan terbawa oleh pelumas menuju carter yang berikutnya akan mengendap di komponen bawah carter dan dicokok oleh magnet pada dasar carter. Kotoran yang terbawa aliran pelumas akan di saring di saringan oli supaya tak terbawa dan terdistribusi kebagian-komponen mesin yang bisa mengakibatkan kerusakan / mengganggu performa mesin.

5. Peredam kejutan/getaran
Tekanan yang benar-benar tinggi terjadi pada permukaan kontak yang bisa mengakibatkan keausan dan kerusakan. Oli meresap dan menyebarkan tekanan pada komponen komponen yang mengalami gaya tekan yang benar-benar besar seperti pada ball bearing, roller bearing dan roda gigi, gergaji mesin

6. Penyekat/perapat
Dibutuhkan sifat kedap udara antara piston dan silinder supaya bisa mencegah kebocoran antara ruang di atas piston dan bawah piston. Kecuali sebagai lapisan film antara silinder dan piston, oli juga berfungsi sebagai penyekat segingga bisa mengurangi sirna energi imbas kebocoran kompresi via cela piston dan silinder.